Tak punya laptop, sekarang menulis dengan HP saja juga bisa, kok. Nih, langkah mudahnya!
![]() | ||
Sumber gambar: Pexels.com/Tofros.com |
Di zaman yang serba modern ini, penggunaan handphone menjadi lebih dari sekedar alat untuk telepon dan mengirim pesan. Handphone atau sekarang lebih dikenal dengan nama smartphone, sudah seperti alat elektronik primer serta penghasil uang. Sedangkan, bagiku sendiri smartphone merupakan alat yang sangat membantu dalam pekerjaan sebagai seorang penulis.
Hanya dengan sebuah handphone yang berbasis android, aku bisa mengembangkan kemampuan dan menunjukkannya ke semua orang melalui blog pribadi atau pun beberapa situs kepenulisan online. Bahkan aku juga bisa mengikuti beberapa lomba menulis hanya dengan modal handphone android.
Nah, pada artikel kali ini, aku ingin berbagi lima tips lancar menulis hanya dengan menggunakan smartphone!
1. Mengunduh aplikasi pengolah kata
Bila ingin menulis dengan modal hape android yang pertama kali dibutuhkan adalah aplikasi kepenulisan. Walaupun sebenarnya di handphone juga ada note yang bisa digunakan untuk menulis. Namun, bagiku sendiri aplikasi itu masih kurang membantu. Karena masih sangat merepotkan bila ingin memindahkan file ke dalam dokumen ber-ekstensi .doc ataupun .docx. Jadi aplikasi pengolah kata sangat perlu untuk alat menulis.
Di android sendiri banyak kok aplikasi pengolah kata yang seperti Ms. Word di PC. Contohnya saja; WPS Office, Polaris Suit Office, Google Dokumen. Bahkan Ms. Word juga sudah membuat aplikasi pengolah kata berbasis android. Mungkin kalian bertanya kenapa harus mengunduh aplikasi pengolah kata?
Begini. Jika kalian menulis novel atau cerpen, ya, agar mudah saja memindahkan file-nya ke PC. Jika, penulis blog dan artikel online, sih, alasannya untuk membuat back-up tulisan. Supaya masih ada bukti, jika suatu terjadi pada blog atau pun portal online tersebut.
Baca Juga: Semakin Mudah Menulis di Hape Android dengan WPS Office
2. Mencari ide dan mencatatnya sebelum lupa
Ide adalah hal yang paling penting dalam menulis. Kadang untuk mencari sebuah ide, kita perlu melakukan semedi atau jalan-jalan. Namun, terkadang ide juga bisa muncul pada saat-saat yang tak wajar seperti waktu mandi, masak, atau lagi buang air besar. Nah, ketika kamu dapat ide segeralah mencatatnya sebelum lupa. Meskipun kamu belum tahu kapan akan merealisasikan ide tersebut menjadi sebuah tulisan.
Bila tak dicatat nanti bisa hilang begitu saja. Lalu saat kamu sedang tak mendapat ide, malah gak tahu mau nulis apa dan jadi stuck. Ini bahaya untuk karier di dunia kepenulisan, sebab semakin lama gak menulis kamu akan hilang dari pandangan.
Ini juga bentuk dari seleksi alam. Ada banyak orang yang berusaha menjadi penulis, bukan kamu saja. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai kita. Saat kamu stuck dan vakum, mereka pun masih berusaha. Maka dari itu kamu bisa saja hilang dari dunia kepenulisan jika tidak punya cadangan ide.
Saat ide muncul, segera tulis di note handphone. Kenapa kok gak di Word? Sebab jika menulis di pengolah kata akan terlalu memakan banyak memori. Ini menjadi masalah apabila smartphone hanyalah kelas menengah ke bawah. Kamu tidak mau bukan, kalau satu-satunya alat untuk menulis fungsinya menurun hanya karena terbebani?
3. Memperdalam informasi dari gagasan
Setelah mendapatkan sebuah ide, tentunya kita akan mencari hal-hal penting yang bersangkutan dengan ide tersebut. Hal ini sangat diperlukan, sebab kalau kita ingin menulis tentunya tidak boleh asal. Karena bisa menjadi konten hoaks atau pun cerita yang tidak berdasar. Ini juga yang menentukan kualitas tulisan dan penulis itu sendiri.
Mencari teori dari apa yang ingin ditulis memang cukup banyak menyita waktu, tenaga, pikiran, serta kuota internet. Karena kita harus browsing ke sana ke mari. Namun, hal itu tidak menjadi masalah besar, apabila kita memang memiliki keinginan menulis konten dan cerita yang berkualitas. Semakin bisa mencari banyak informasi, maka konten yang dibuat akan memiliki kualitas yang baik.
Jadi, jangan setengah-setengah, guys! Sebab apa yang kamu tulis itu juga mencerminkan dirimu, lo!
4. Konsisten
Seperti kata mutiara dari Presiden Republik Indonesia Ketiga, B.J Habibie; bila kita ingin berhasil maka kita harus konsisten.
Dalam proses menuju sukses, pasti banyak perjuangan yang terkadang melukai batin dan membuat ingin menyerah. Entah itu komentar, kritikan, atau kegagalan. Semua itu adalah bagian dari proses dan kamu harus berusaha mencintainya, jika benar ingin menjadi seorang penulis.
Sebenarnya itu juga merupakan teguran dari Tuhan, berarti kamu disuruh belajar lagi. Dunia menulis itu keras, bahkan menurutku dunia ini yang sangat keras. Lengah sedikit kamu bisa tersalip. Memang hidup bukan cuma untuk ambisi. Tapi, jika kamu memiliki keinginan dan cita-cita, ya, harus diperjuangkan. Jadi jangan kecewa, tetaplah konsisten dengan yang kamu lakukan. Karena menyerah adalah kegagalan yang sebenarnya.
5. Percaya diri dan menerima segala konsekuensi
![]() |
Sumber gambar: Pexels.com/Andrea Piacquadio |
Setiap orang pasti pernah merasa kurang percaya diri saat pertama kali memublikasikan karyanya. Namun, jika tidak dicoba dari sekarang, lalu kapan kita akan berkembang. Jika alasan kurang percaya diri hanya karena ingin membuat karya yang perfect sehingga bisa mendapat pujian dari pembaca. Hentikan pemikiran seperti itu!
Kawan, tidak ada cerita yang sempurna, adanya hanyalah cerita yang selesai, itulah yang dikatakan oleh J.K Rowling. Namun, ketika memublikasikan cerita maupun konten, kita juga harus siap menerima konsekuensi yang ada. Mau itu sebuah kritikan pedas atau pujian yang indah, kamu harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
Komentar orang pada karya kita itu ibarat guru bahasa. Mereka mengkritik, karena kita salah. Ya, terima saja lalu coba cari dan renungkanlah kritikan itu. Mungkin benar kamu salah. Lalu soal pujian, jangan terlalu merasa ‘wah’ dengan ini. Cukup sebentar saja, lalu kembali lagi ke bumi. Karena jika kamu berlebihan itu bahaya. Mungkin kamu bisa tenggelam dan malah stuck.
Banyak yang bilang jika pujian adalah pembunuh kreativitas nomor satu. Jadi jangan sampai terlena dengan sebuah pujian. Karyamu memang bagus jika mendapat pujian, tapi kamu masih harus terus membuat karya yang lebih bagus dari yang saat ini. Jadi jangan cepat puas. Teruslah tantang dirimu!
Oke, kawan. Itulah lima tips menulis di handphone dengan lancar jaya. Terima kasih sudah mau membaca tips ini. Selamat menulis!